ANTIOKSIDAN UNTUK INFERTILITAS PRIA




Seseorang yang dibesarkan dalam lingkungan rumah yang positif ingin menciptakan kehidupan satu sama lain dengan membentuk keluarga yang penuh kegembiraan dan cinta terhadap anak dan cucu. Banyak orang juga yang ingin meneruskan nama keluarga dan mempertahankan keberadaan keluarganya. Keluarga yang utuh memberikan dan menunjukkan cinta dan apresiasi bagi mereka yang berada di dalamnya. Namun bukan berarti tidak ada kendala bagi seseorang untuk memiliki anak, dan masalah yang paling umum terjadi adalah infertilitas pada pria dan wanita.

Infertilitas merupakan kondisi medis yang dapat menyebabkan gangguan psikologis, fisik, mental, spiritual, dan gangguan medis pada pasien. Kondisi yang unik ini melibatkan baik pasien dan pasangan pasien. Infertilitas merupakan masalah multidimensi yang mempengaruhi sosial, ekonomi, dan budaya yang dapat memberikan gangguan pada negara-negara dengan masalah demografis. Penelitian menunjukkan bahwa setelah 1 tahun melakukan hubungan seksual tanpa pengaman, 15% dari pasangan tidak dapat hamil, dan setelah 2 tahun 10% pasangan masih belum berhasil hamil. Pada pasangan yang berusia kurang dari 30 tahun yang umumnya sehat, 20% - 37% dapat hamil dalam 3 bulan pertama.

 

Infertilitas Pria

Banyak kondisi medis yang berbeda dan faktor lain yang dapat menyebabkan masalah kesuburan, dan setiap kasus mungkin memiliki satu penyebab, beberapa penyebab, atau tidak ada penyebab yang dapat diidentifikasi. Secara keseluruhan, sepertiga dari kasus infertilitas disebabkan oleh masalah reproduksi pria, sepertiga oleh masalah reproduksi wanita, dan sepertiga oleh masalah reproduksi pria dan wanita atau oleh faktor yang tidak diketahui. Sebagai pasangan pria dan wanita yang telah menjadi pasangan suami istri, penting untuk ditekankan bahwa baik kedua pasangan harus saling menyelidiki dan berusaha mengatasi masalah tersebut secara bersama.

Infertilitas pria didefinisikan sebagai ketidakmampuan seorang pria untuk membuahi seorang wanita dalam masa subur, atau kesulitan mendapatkan anak selama satu tahun berhubungan tanpa menggunakan pengaman. Sebesar 20% kasus infertilitas disebabkan oleh ketidaksuburan pria, dan berkontribusi sebesar 30%-40% dari keseluruhan kasus infertilitas.

 

Untuk mengandung seorang anak, sperma pria harus bergabung dengan sel telur wanita. Testis merupakan organ reproduksi pria yang memproduksi sperma, dan gangguan pada cara kerja testis merupakan masalah paling umum yang menyebabkan infertilitas pada pria. Masalah lainnya adalah ketidakseimbangan hormon dan penyumbatan pada organ reproduksi pria. Pada sekitar 50% kasus, penyebab infertilitas pria tidak dapat ditentukan.

Ada berbagai alasan terjadinya gangguan kesuburan pria, baik yang yang dapat diubah atau yang tidak dapat diubah. Faktor lain yang dapat mempengaruhi pasangan suami istri adalah usia, obat-obatan yang digunakan, riwayat operasi, paparan toksin dari lingkungan, masalah genetik, dan penyakit gangguan sistemik. Kunci utama dari evaluasi infertilitas pria adalah mengidentifikasi faktor-faktor apa saja yang berkontribusi, menawarkan berbagai perawatan pada faktor dapat diubah, menentukan apakah pasien merupakan kandidat untuk diberikan koseling untuk kondisi yang tidak dapat diubah dan tidak dapat diobati. Pada kasus langka, infertilitas pria bisa menjadi pertanda kondisi penyakit yang lebih serius.

Ada beberapa penyebab infertilitas pria, yang dapat diklasifikasikan secara luas berdasarkan etiologi yang mendasarinya. Penyebab tersebut termasuk gangguan endokrin (biasanya karena hipogonadisme) sekitar 2% hingga 5%, gangguan transportasi sperma (seperti vasektomi) sebesar 5%, cacat pada testis primer (yang mencakup parameter sperma abnormal tanpa penyebab yang dapat diidentifikasi) sebesar 65% - 80%, idiopatik (kondisi dimana pria yang infertil memiliki parameter sperma dan air mani yang normal) sebesar 10% - 20%.


Tanda dan Gejala Infertilitas pada Pria

1. Perubahan pada Gairah Seksual
Infertilitas pria juga terkait pada kesehatan hormon. Perubahan gairah seksual tersebut sering kali diatur oleh hormon pria yang dapat mengindikasikan pada masalah kesuburan.

2. Rasa Nyeri atau Bengkak; Ukuran Testis yang Mengecil
Ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan rasa nyeri atau pembengkakan pada testis, banyak di antaranya dpat menyebabkan infertilitas.

Masalah pada produksi sperma yang sehat merupakan penyebab umum dari infertilitas pria. Apapun yang menghalangi saluran genital dapat menghentikan aliran air mani. Hal tersebut dapat terjadi karena cacat dari lahir, infeksi, atau inflamasi yang disebabkan karena penyakit yang ditularkan secara seksual yang menghambat air mani. Ukuran testis yang mengecil dan keras dapat mengindikasikan potensi masalah dan perlu dilakukan pemeriksaan oleh dokter.

3. Masalah Mempertahankan Ereksi
Kemampuan pria untuk mempertahankan ereksi sering kali dikaitkan dengan kadar hormon yang dimiliki. Hormon yang berkurang dapat berpotensi menyebabkan infertilitas.

4. Masalah pada Ejakulasi
Faktor lain seperti disfungsi ereksi atau ejakulasi dini juga dapat menjadi tanda seseorang mengalami infertilitas. Penyakit hati atau ginjal, atau pengobatan pada gangguan kejang merupakan contoh masalah yang dapat menyebabkan infertilitas. Apabila terjadi kesulitan ejakulasi, lebih baik segera hubungi dokter.

5. Gangguan pada Sperma
Sperma yang diproduksi mungkin belum matang, berbentuk tidak normal, atau tidak dapat bergerak normal. Dalam beberapa kasus, sperma yang dihasilkan mungkin tidak cukup atau dapat disebabkan oleh beberapa kondisi:
• Kondisi infeksi atau inflamasi. Salah satu contoh adalah infeksi cacar air setelah masa pubertas
• Gangguan hormon atau kelenjar pituitari
• Masalah pada sistem imun, dimana antibodi yang dibentuk melawan atau merusak sperma sendiri
• Faktor lingkungan dan gaya hidup. Hal ini termasuk penggunaan rokok, alkohol, obat-obatan terlarang atau steroid, dan paparan terhadap toksin
• Gangguan genetik, seperti cystic fibrosis atau hemochromatosis

 

Peran Stress dan Antioksidan
Stress merupakan hal yang sering terjadi di masyarakat, kondisi infertil pun membuat seseorang mengalami stress. Selain itu tekanan sosial, terapi dengan obat-obatan tertentu, kegagalan dalam sesuatu, keinginan yang tidak tercapai, dan biaya ekonomi juga dapat menyebabkan kondisi stress. Parameter air mani dapat terganggu karena stress, dimana stress dapat mengurangi hormone luteinizing hormone (LH) dan testosterone sehingga menyebabkan penurunan spermatogenesis dan kualitas sperma.

Penggunaan antioksidan menjadi salah satu solusi dalam terapi infertilitas pada pria. Antioksidan merupakan molekul seperti Astaxanthin dan Selenium. Antioksidan dapat membantu menurunkan atau menghilangkan ROS (Reactive Oxygen Species) pada air mani dan membantu mengubah ROS menjadi senyawa yang tidak membahayakan sel. Jumlah ROS yang terlalu tinggi dapat menyebabkan peningkatan oksidatif stress yang dapat merusak protein sperma, lipid, dan kerusakan DNA serta disfungsi sperma.

Astaxanthin merupakan karotenoid xantofil yang ditemukan pada berbagai mikroorganisme dan hewan laut. Beberapa penelitian melaporkan bahwa Astaxanthin memiliki potensi aktivitas biologis yang lebih tinggi dibandingkan dengan karotenoid lain. Untuk suplemen, Astaxanthin diperoleh dari seafood atau dapat diekstraksi dari H.pluvialis. Konsumsi Astaxanthin dapat mencegah atau mengurangi risiko pada berbagai gangguan kesehatan pada manusia.

Selenium yang masuk ke dalam tubuh akan diikat protein menjadi selenoprotein yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, mulai dari efeknya sebagai antioksidan, antiinflamasi, hingga membantu produksi hormon tiroid aktif. Status Selenium yang rendah dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian, fungsi imun yang buruk, dan penurunan kognitif. Suplementasi Selenium penting untuk kesehatan reproduksi pria dan wanita serta membantu menurunkan risiko penyakit tiroid karena autoimun.


Pencegahan Infertilitas

Banyak jenis infertilitas pria yang tidak dapat dicegah. Tetapi ada beberapa cara untuk mencegah beberapa penyebab infertilitas pria, contohnya:
• Jangan merokok
• Batasi atau jangan minum minuman beralkohol
• Jauhi obat-obatan terlarang
• Jangan lakukan vasektomi
• Hindari hal yang menyebabkan panas pada testis
• Kurangi stress
• Minum suplemen antioksidan

 

PT. SIMEX PHARMACEUTICAL INDONESIA sebagai salah satu perusahaan farmasi di Indonesia mempersembahkan produk ASTA PLUS dan ASTA PLUS-8 sebagai suplemen antioksidan yang mengandung Astaxanthin dan Selenium. Suplemen Astaxanthin dan Selenium dapat membantu menjaga kesehatan dan menurunkan oksidatif stress di dalam tubuh.

Referensi:
• https://wehavekids.com/having-baby/Most-Common-Reasons-Why-People-Want-Children
• https://www.nichd.nih.gov/health/topics/menshealth/conditioninfo/infertility
• https://www.hsj.gr/abstract/causes-of-infertility-in-women-at-reproductive-age-3642.html
• https://www.reliablekart.com/blog/post/how-to-deal-with-erectile-dysfunction-in-a-relationship/
• https://www.healthline.com/health/pregnancy/signs-of-infertility#Common-Signs-of-Infertility-in-Men-
• https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/male-infertility
• Ilacqua A., Izzo G., Emerenziani PG., et.al. 2018. Lifesteal and fertility: the influence of stress and quality of life on male fertility. BMC: Reproductive Biology and Endocrinology (2018) 16:115
• Ambati RR., Phang SM., et.al. 2014. Astaxanthin: Sources, Extraction, Stability, Biological Activities and Its Commercial Applications – A Review. Mar. Drugs 2014, 12, 128-152.
• Rayman M. 2012. Selenium and human health. Lancet 2012; 379: 1256-68